SISTEMINFORMASI PERGURUAN DAN KOMPETISI BELADIRI BERBASIS WEBSITE ROISUL AMIN NIM. 201451041 hal ini berarti persaingan antara individu atau kelompok untuk memperebutkan Gambar 4. 20 Halaman informasi perguruan beladiri (user)
ofthe feasibility of web-based library information system in usability aspect small group 8 4,22% with criteria very feasible. and a large
Berfungsiuntuk menampilkan kode dan nama. 2. Tombol, Berfungsi untuk sebagai inputan ke halaman selanjutnya. 3. List, Berfungsi untuk menampilkan beberapa informasi seputar data anggota dan lainnya. 4. Breadcrumb, berfungsi untuk menunjukan tempat atau halaman yang sedang dibuka.
tulisanatau gambar maupun kosong. Buku dapat berarti sekumpulan tulisan atau gambar yang dikumpulkan dan disusun sedemikian rupa hingga membentu sebuah lembaran yang dijilid. Buku adalah sumber ilmu pengetahuan dan sumber pembangunan watak bangsa (Muktiono, 2003 :2). Buku dapat dijadikan pula sebagai sarana informasi
Nama: WALID FERNANDO SASTRIANA. NIM : 2502027232. KELOMPOK : 3. ANGGOTA KELOMPOK : - 2501960682 - Vickenzio Leeputra Dharma - 2501977973 - Zidane Wicaksono - 2502024445 - Irvin Zavdiel Napitupulu Pada bagian ini terdapat artikel-artikel tentang edukasi dan informasi tentang penanaman pohon, pelestarian alam bumi, dan
2 Kelompok pengusul berjumlah 3 (tiga) - 5 (lima) orang, terdiri dari satu orang ketua dan 2 sampai dengan 4 orang anggota; 3. Nama-nama pengusul (ketua dan anggota) harus ditulis lengkap (tidak boleh disingkat); 4. Kegiatan sesuai atau relevan dengan bidang ilmu ketua dan/atau anggota tim pengusul; 5.
ViewPERAN SISTEM IS 03 at Telkom Institute of Technology. TUGAS SISTEM INFORMASI Nama Anggota Kelompok : 1. R. Mahendra Agung Pratama D. (1204200186) 2. Hayu Faiz Naufal A.
NamaAnggota Kelompok (Termasuk Ketua): Daftar gambar berisi nomor dan judul gambar, kemudian disusul nomor halaman gambar terdapat dalam laporan akhir kuliah kerja nyata (KKN). Judul gambar yang lebih dari satu baris ditulis dengan spasi satu. Pada bagian ini menguraikan dari informasi dasar tentang desa/kelurahan tempat KKN. Berisi
PDF| Review jurnal | Find, read and cite all the research you need on ResearchGate
HM,Jogiyanto ”Analisis Dan Desain”,Andi Offset,2005 2. Cendal & cendal,”Analisa Dan Perancangan Sistem”Indecs,2003. 4. 4 BAB 1 KONSEP DASAR SISTEM 1.1 Definisi Sistem Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan yaitu menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.
pemberiannama suatu hewan atau kelompok hewan pada posisi tertentu dalam hierarki taksonomi bukanlah proses mutlak. Studi perkembangan awal suatu hewan misalnya, dapat menunjukkan informasi tentang pembentukan rongga tubuh hewan tersebut. Informasi tersebut dapat menghubungkan
7 BAB 4 - Analisa Bagian ini berisi mengenai analisa pada Worshop yang kita buat. Analisa atau analisis atau Analysis adalah suatu usaha untuk mengamati secara detail sesuatu hal atau benda dengan cara menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau penyusunnya untuk di kaji lebih lanjut. Berhubung Tugas yang menjadi referensi contoh pada
Pesertadidik mengidentifikasi dan menggali informasi bagian-bagian gambar motif dalam sebuah pola batik dalam gambar dari foto yang sudah ditayangkan dari berbagai sumber 2) Collaboration Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi dan saling bertukar informasi tentang bagian-bagian gambar motif dalam sebuah pola batik berdasarkan
teknologidan informasi yang kian pesat. Oleh sebab itu, sebagai siswa SMP, kamu diharapkan mampu menguasai ilmu yang berkaitan dengan dunia teknologi informasi dan komputer. Dengan demikian, kamu dapat mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Dalam buku ini, kamu akan mempelajari teknologi komputer yang berbasis open source.
Nama: Mokhamad Zaenuri NIM : 201253016 Tempat & Tanggal Lahir : Pati, 17 Januari 1993 Judul Skripsi : Sistem Informasi Administrasi dan Penilaian Mentoring Pendidikan Agama Islam pada Forum Mahasiswa Islam Universitas Muria Kudus. Menyatakan dengan sebenarnya bahwa penulisan Skripsi ini berdasarkan hasil
jha3. Slides 30 Download presentation SISTEM EKSRESI PISCES DIPRESENTASIKAN OLEH KELOMPOK I Anggota Kelompok 1. Alvanialista Ikalor E 1 A 012004 2. Ari Rahmawati E 1 A 012007 3. Sandi Murdiyansah E 1 A 012049 4. Siti Syifa’un Nufus E 1 A 012052 5. Umratul Aisyah E 1 A 012057 6. Witri Afriyanti E 1 A 012059 7. Yulida Qurrata. A E 1 A 012062 PEMBAHASAN q. PENGERTIAN DAN FUNGSI SISTEM EKSRESI q. ORGAN EKSRESI PISCES q PROSES EKSRESI PISCES q. PENGERTIAN DAN FUNGSI OSMOREGULASI PADA PISCES q. ORGAN OSMOREGULASI PADA PISCES q. PROSES OSMOREGULASI PADA PISCES q PENGARUH HORMON TERHADAP EKSRESI DAN OSMOREGULASI PENGERTIAN DAN FUNGSI EKSKRESI q Sistem Ekskresi ialah sistem pembuangan proses metabolisme tubuh berupa gas, cairan, dan padatan melalui kulit, ginjal, dan saluran pencernaan. q Fungsi regulasi kadar air tubuh, menjaga keseimbangan garam dan mengeliminasi sisa nitrogen hasil dari metabolisme protein. ORGAN EKSRESI PISCES q Ginjal q Kulit q Insang Ginjal berbentuk ramping dan memanjang degan warna merah tua, terletak dibagian atas rongga perut diluar peritonium, dibawah tulang punggung danaorta dorsalis. Jumlah ginjal sepasang. Tipe anatomik ginjal q pronephros q mesonephros Pronephros q. Struktur sangat sederhana q. Dibagian anterior ter-dapat corong disebut nephrostome yang terbuka ke dalam rongga tubuh dan dilengkapi cilia. q. Pronephros terletak di depan mesonephros. q. Pada sebagian besar ikan, pronephros berfungsi pada awal kehidupan embriodanlarva, setelah ikan dewasa fungsinya akan digantikan oleh mesonephros. Perkecualian pada ikan hagfish’ Myxine dan lamprey. Mesonephros q. Susunan lebih rumit daripada pronephros q. Terdiri dari unit-unit yang disebut Nephron. q. Nephron terdiri dari Badan Malpighi renal corpuscle, yang terdiri dari 1. Glomerulus kumpulan kapiler-kapiler darah 2. Kapsul Bowman sepeti mangkuk tempat glomerulus Tubuli ginjal saluran yg melingkar-lingkar, terdiri dari 1. Bagian leher 2. Proximal 3. Tengah 4. Distal, yang bermuara ke saluran pengumpul. Jumlah glomerulus ikan air tawar lebih banyak dan diameternya lebih besar dibandingkan dengan ikanlaut. q. Diameter glomerulusikanair tawar 48 -104 mikronrata 71 mikron q. Diameter glomerulusikanlaut 27 -94 mikronrata-rata 48 mikron Kulit q. Kelenjar kulitnya mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan gerak di dalam air. q Kulit ikan terdiri dari lapisan Epidermis dan Dermis. q Pada Epidermis terdapat kelenjar yang menghasilkan Mucin. q Lendir yang dihasilkan akan membantu ikan berenang lebih cepat, karenan lendir mengurangi gesekan ikan dengan air saat berenang. Insang q. Insang berfungsi untuk mengeluarkan CO 2 dan H 2 O. qsebagian besar ikan memiliki 4 buah insang pada setiap sisinya. qinsang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu berada dalam keadaan lembab. q Bagian-bagian insang q 1. Filamen insang hemibranchia = gill filament q 2. Tulang lengkung insang arcus branchialis = gill arch q 3. Tapis insang gill rakers PROSES EKSRESI PISCES q. Ginjal q. Glomerulus dan kapsul Bowman berfungsi untuk menyaring hasil buangan metabolik yang terdapat dalam darah. Darah tidak ikut tersaring dan masuk kevena renalis. Protein tetap bertahan didalam darah. q. Cairan ekskretori ini kemudian masuk ke tubuli ginjal. Glukosa, beberapa mineral dan cairan solution lainnya diserap kembali ke dalam darah. q. Beberapa hormon ikut berperan dalam penyaringan dan penyerapan kembali. q. Hasil buangan metabolik yang tidak tersaring dan tidak terserap kembali akan masuk ke saluran pengumpul dan terus ke kantong air seni dan kemudian dikeluarkan melalui lubang pelepasan. q Insang q. Fungsi insang sebagai alat ekskresi berkaitan dengan mekanisme ekspirasinya. q. Karbondioksida yang dibawa darah dari jaringan akan bemuara ke insang. q. Saat ekspirasi, mulut ikan akan menutup, operkulum mengempis, rongga faring menyempit dan membrankiostega melonggar. q. Adanya kontraksi faring dan ruang operkulum menyebabkan tekanan di dalamnya lebih tinggi daripada air di sekitarnya sehingga air yang mengandung karbondioksida keluar melalui celah dari operkulum. q KULIT q Hasil ekskresi, kulit ikan yaitu dengan dihasilkannya lendir, yang mampu menyebabkan ikan berenang lebih cepat. PENGERTIAN DAN FUNGSI OSMOREGULASI q Osmoregulasi adalah pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang layak bagi kehidupan ikan, sehingga proses-proses fisiologis tubuhnya berfungsi normal. q Fungsi menjaga keseimbangan antara substansi tubuh dengan lingkungan. ORGAN-ORGAN OSMOREGULASI q. Osmoregulasi dilakukan degan berbagai cara melalui 1. Ginjal 2. Kulit 3. Insang PROSES OSMOREGULASI q Ginjal ikan penefros dan mesonefros, berfungsi sebagai organ osmoregulator. q Pada ikan air tawar, ginjal menyimpan ion-ion dan membebaskan air. pada ikan air asin, ikan membebaskan ion-ion dan menyimpan air. q Insang q Pada insang, sel-sel yang berperan dalam osmoregulasi adalah selsel chloride yang terletak pada dasar lembaran-lembaran insang. q Pada ikan teleostei berfungsi memompa ion untuk Chloride Cl-, sodium Na+, dan potassium K+. q. Perubahan ion-ion pada ikan air laut berbeda dengan ikan-ikan air tawar. Perbedaan utama yaitu bahwa Na+, NH 4+, Cl-, dan HCO 3 - semuanya bergerak kelluar pada ikan air laut, sedangkan pada ikan air tawar Na+ dan Cl-, keduanya masuk dan keluar yang disebabkan oleh suaatu perubahan difusi. q Kulit berperan sebagai alat osmoregulasi. q Kulit ikan terdidri dari Epidermis dan Dermis. q Kulit yang menghasilkan lendir berperan dalam proses osmoregulasi sebagai lapisan semipariabel yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit, serta mencegah infeksi dalam penutupan luka. A. Osmoregulasi pada ikan air tawar B. Osmoregulasi pada ikan air laut PENGARUH HORMON TERHADAP EKSRESI DAN OSMOREGULASI q. Ekskresi dan osmoregulasi diatur oleh kelenjar endokrinhormon. Hormon dapat mempengaruhi ginjal degan menaikan atau menurunkan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman, yg berarti pula mengubah jumlah cairan ekskresi. q. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal degan cara tertentu pada sel tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substansi tertentu. q. Hormon juga mempengaruhi penyaringan ataupun penyerapan pada insang.
Perlu Diperhatikan, Inilah Aturan Penulisan Karya Ilmiah – Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis artikel biasa. Di dalam penulisan karya ilmiah, tentunya terdapat kaidah-kaidah yang berlaku, yang mana kaidah-kaidah tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dalam penulisan karya ilmiah yang baik dan benar. Nah, kaidah-kaidah tersebut dibuat agar terjadi penyelarasan dalam penulisan karya ilmiah, sehingga penulisan karya ilmiah mudah dipahami oleh penguji dengan sifat yang seragam. Dalam pembuatan makalah terdapat suatu sistematika di dalamnya baik dalm penulisan maupun tata letak konten–konten yang akan kita tulis nantinya. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu kerangka–kerangka dalam pembuatan suatu makalah. Di bawah ini akan saya jabarkan langkah–langkah dalam pembuatan makalah melalui kerangka–kerangka penyusunan suatu makalah. Berikut ini kerangka yang harus ada dalam setiap makalah. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah – Cover Depan / Sampul Depan– Judul– Daftar Isi– Bab I Pendahuluan Pada bagian pendahuluan berisikan informasi terkait karya ilmiah yang dilakukan. Ada banyak poin penting yang dipaparkan dalan pendahuluan. Yaitu, Latar belakang masalah yang menceritakan kenapa penelitian itu diambil sebagai judul utama dalam KTI tersebut. Menceritakan latar belakang masalah yang diambil menjadi poin penting. Sehingga, dalam pengambilan solusi dalam pelitian tersebut itu terdapat tujuan dari permasalahan yang dilakukan yang umumnya berupa solusi terkait permasalahan yang diangkat dalam karya ilmiah tersebut. Dengan adanya tujuan tersebut artinya KTI tersebut. Terdapat batasan yang harus dikerjakan yang menjaganya tidak keluar dari inti utama dalam penelitian yang dilakukan. Intinya dalam bagian pendahuluan karya tulis ilmiah memaparkan terkait penelitian yang akan dilakukan. Seperti latar belakang, alasan memilih topik, uraian singkat terkait masalah yang diambil, pembahasan terkait ruang lingkup, dan solusi yang diberikan. Baca Juga Identifikasi Masalah Pengertian, Bagian, dan Cara Membuatnya – BAB II Isi / Landasan Teori Sementara pada bagian bab II adalah penulisan landasan teori dan tinjauan pustaka. Di sini Anda bisa menuliskan referensi apa saja yang Anda gunakan untuk menunjang penelitian Anda. Landasan teori juga harus ditulis secara terstruktur sesuai dengan tahapan pembahasan penelitian. Selanjutnya akan diteruskan pada bab pembahasan. – BAB III Pembahasan / Penyajian Hasil Penelitian Dalam bagian inti ini dalam penelitian karya tulis ilmiah memaparkan penelitian yang dilakukan dengan mengambil studi kasus pada bagian pendahuluan. Dalam bagian inti pembahasan dalam karya tulis ilmiah diuraikan terkait landasan teori yang mendukung penelitian yang dilakukan. Pengambilan landasan teori ini bisa dari perkataan para ahli yang melakukan bidang studi yang terkait dengan studi penelitian yang dilakukan. Bahkan, bisa membuat landasan teori baru jika benar-benar studi penelitian dalan karya tulis ilmiah merupakan studi yang unik dan menarik. Kemudian, pada bagian inti dari penulisan karya tulis ilmiah ini memberikan pokok-pokok yang diambil dalam melakukan penelitian. Apakah penelitian ini menggunakan rumus khusus atau berupa kuesioner studi lapangan perlu dipaparkan dengan jelas. Sehingga, data yang akan ditampilkan dalam studi penelitian ini jelas dan gamblang. Baca Juga Instrumen Penelitian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap – BAB IV Penutup Pada bagian penutup ini memaparkan kesimpulan akhir dari penelitian karya tulis ilmiah yang dilakukan. Apakah penelitian yang dilakukan mampu memberi solusi terhadap permasalahan yang diangkat ataukah sebagai batu loncatan awal untuk penelitian lanjutan pun harus dipaparkan. Lalu, disamping memaparkan n kesimpulan yang didapatkan. Pada bagian ini juga perlu memberikan penjelasan terkait saran dan harapan kedepannya untuk karya tulis ilmiah tersebut. Agar dapat menjadi landasan teori berikutnya saat membuat karya tulis ilmiah yang mengangkat tema yang sama walu dengan tempat yang berbeda. Pada bagian terdapat kesimpulan, dan saran. Pada bagian kesimpulan, berisi tentang kesimpulan penelitian. Biasanya jawaban dari rumusan masalah. – Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan daftar yang berisi semua buku atau tulisan ilmiah yang menjadi rujukan dalam melakukan penelitian. Maksudnya ketika Anda ingin menulis karya ilmiah yang bisa berupa artikel, makalah, atau presentasi Anda harus membuat daftar pustaka atau mudahnya itu harus mencantumkan sumber rujukan penelitian. Jika membuat tulisan ilmiah tapi sumber rujukannya daftar pustaka salah atau bahkan tidak ada, maka tulisan ilmiah tersebut dikatakan tidak dapat dipercaya alias hoaks. Baca Juga Hipotesis Penelitian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkap Aturan Penulisan Karya Ilmiah Selanjutnya kita akan membahas lebih detail terkait pembuatan makalah. Kita perlu memperhatikan font, spasi, ukuran kertas, hingga ukuran margins. 1. Font, Spasi, dan Ukuran Kertas Dalam penulisan karya ilmiah terdapat aturan yang perlu diperhatikan yaitu font, spasi, dan ukuran kertas yang kita gunakan dalam menulis karya ilmiah. Naskah karya ilmiah haruslah diketik dengan aturan Kertas A4, jenis font Times New Roman, Ukuran font 12 px, dan Spasi 1 2. Ukuran Margins Ukuran margins adalah tepian kertas yang merupakan bagian yang kosong. Untuk ukuran margins ini adalah sebagai berikut Top atas = 3 cmBottom bawah = 4 cmLeft Kiri = 3 cmRight Kanan = 4 cm 3. Bab dan Subbab Dalam penulisan bab dan subbab pada penulisan penelitian karya ilmiah ini berbeda dengan penulisan bab dan subbab pada penulisan skripsi pada umumnya. Pada penulisan karya ilmiah, bab dan subbab ditulis dengan menggunakan sistem numeral 1….a….. Berbeda halnya dengan penulisan bab dan subbab pada skripsi yang mana bab ditulis dengan menggunakan sistem romawi I, II, III, dst dan untuk penulisan subbab, ditulis dengan menggunakan sistem numeral 1….a…..Jadi, dari pembahasan di atas, dapat ditemukan bahwa penulisan skripsi dengan karya ilmiah berbeda. Untuk penulisan subbab ini ditulis dengan cara berikut ini Tulisan di-BoldHuruf pertama setiap katanya ditulis huruf kapital besar, Sama halnya menulis judul-judul pada umumnya. Seperti contoh Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah. Namun, ada pengecualian bahwa kata tugas dan kata preposisi seperti kata hubung di-, ke-, dari, tetap ditulis huruf kecil. Di dalam subbab sendiri terdapat anak subbab yang juga memiliki aturan-aturan penulisan sebagai berikut Anak subbab ditulis dengan style font italic,Masih sama seperti judul-judul pada umumnya, bahwa huruf awal setiap kata ditulis kapital besar, kecuali untuk kata preposisi, kata hubung, kata sambung, dan kata tugas. 4. Jarak Antar Bab Jika penulisan skripsi jarak antara bab satu dengan bab lainnya dibutuhkan jarakm halaman alias memerlukan ganti halaman untuk membuat bab baru. Namun, berbeda halnya dalam penulisan karya ilmiah. Dalam karya ilmiah, penulisan bab baru ini tidak memerlukan ganti halaman baru, melainkan diberi jarak 3 spasi untuk membuat bab baru. Sedangkan untuk penulisan subbab, antara jarak bab dengan subbab, ditulis dengan jarak 2,5 spasi. Dan untuk penulisan kalimat awal setelah subbab diberi jarak 2 spasi di bawah subbab. 5. Judul Artikel Dalam penulisan karya ilmiah, juga terdapat artikel sebagai penunjang penelitian dalam penelitian karya ilmiah. Maka, terdapat penulisan judul artikel. Pada judul artikel cara penulisannya adalah sebagai berikut Menggunakan huruf kapital besar semua,Tulisan di-BoldMasih menggunakan jenis font Times New RomanPosisi judul berada di tengah halaman alias di-center Ctrl+EJangan menggunakan garis bawah atau style font Underline 6. Penulisan Paragraf Untuk penulisan paragraph atau alinea dalam penulisan karya ilmiah juga terdapat aturan-aturan penulisan yang di antaranya adalah sebagai dengan Alinea baru diketik ke dalam atau menjorok sebanyak 7 sampai 8 karakter atau sekitar 1,25 cm. 7. Penulisan Struktur Lain Dalam penulisan nama-nama penulis dan alamat institusi dalam karya ilmiah ini ditulis yang letaknya tepat di bawah judul artikel. Penulisannya pun diberikan jarak antara judul artikel dengan penulisan nama-nama penulis dan alamat institusi dengan jarak 1,5 spasi. Berikut ini beberapa penulisan struktur lain dalam penulisan karya ilmiah. Halaman judul, daftar nama anggota kelompok, halaman pengesahan, kata pengantar menggunakan angka romawi kecil dan diketik di sebelah sudut kanan bawah i, ii, iii, dst;Pada bagian utama, yaitu bagian naskah artikel menggunakan halaman dengan menggunakan angka arab 1, 2, 3, dst yang letaknya berada di pojok kanan atas dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 dari tepi atas; Baca juga Teori Semiotika Roland BarthersDalam penulisan karya ilmiah, juga terdapat penulisan tabel yang mana terdapat judul tabel dengan menggunakan penomoran sesuai pemunculan tabel dari awal, dan untuk penulisan judul tabel ini diletakan di atas tabel bersamaan dengan nomor tabel yang menggunakan angka arab 1, 2, 3, dst.Sama halnya dengan tabel, bahwa dalam penulisan karya ilmiah juga dimungkinkan menggunakan beberapa gambar maupun grafik ataupun foto sebagai penunjang penulisan karya ilmiah. Bahwa dalam gambar juga terdapat judul dan nomor gambar. Namun untuk judul dan nomor gambar ini diletakkan di bawah diingat, bahwa dalam penulisan karya ilmiah jangan menggunakan gambar yang terdapat warna. Kalaupun menggunakan gambar yang berwarna, sebaiknya jangan terlalu menggunakan warna yang dapat menimbulkan gelap ketika di copy. Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda dan Daftar Jadi Penulis. atau Anda bisa langsung Kirim Naskah dengan mengikuti prosedur berikut ini KIRIM NASKAH Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang karya ilmiah, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut Tanpa Disadari, Inilah 5 Manfaat Membuat Buku Karya IlmiahKenali 3 Anatomi Menulis Abstrak Karya IlmiahTeknik Menulis Plagiarisme Itu Tabu dalam Karya Ilmiah DosenSesat Pikir saat Menulis Karya IlmiahJenis Plagiarisme dalam Teknik Menulis Karya Ilmiah Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS! Kontributor Novia Intan
FINAL PROJEK APLIKASI TEMU BALIK INFORMASI ANGGOTA KELOMPOK • ANDRU DITE SAPMA YOGA • RAFI EDU S • DEDEN ARDIAN • AKHMAD KHOERON FAJRI • IRKHAM MUSTOFA • MAULANA IBRAHIM 15. 11. 0122 15. 11. 0125 15. 11. 0132 15. 11. 0166 15. 11. 0129 15. 11. 0175 SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI Sistem temu kembali informasi berasal dari kata Information Retrieval System IRS. Temu kembali informasi adalah sebuah media layanan bagi pengguna untuk memperoleh informasi atau sumber informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Sistem temu kembali informasi merupakan sistem informasi yang berfungsi untuk menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan pemakai. Sistem temu kembali informasi berfungsi sebagai perantara kebutuhan informasi pengguna dengan sumber informasi yang tersedia. Pengertian yang sama mengenai sistem temu kembali informasi menurut Sulistyo-Basuki sistem temu kembali informasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan dan memasok informasi bagi pemakai sebagai jawaban atas permintaan atau berdasarkan kebutuhan pemakai. Dapat dinyatakan bahwa sistem temu kembali informasi memiliki fungsi dalam menyediakan kebutuhan informasi sesuai dengan kebutuhan dan permintaan penggunanya. TOKENISASI, STOPWORD, DAN STEMMING Dalam sistem temu kembali informasi Search engine, pencarian, Information retrieval, dokumen yang diretreive akan melalui proses indexing sebelum dicocokkan dengan query. Beberapa tahapan dalam indexing diantaranya adalah Tokenisasi, Pembuangan stopwords, dan pemotongan imbuhan stemming. TOKENISASI, STOPWORD, DAN STEMMING Tokenisasi Adalah proses untuk membagi teks yang dapat berupa kalimat, paragraf atau dokumen, menjadi token - token / bagian - bagian tertentu. Sebagai contoh, tokenisasi dari kalimat "Aku baru saja makan bakso pedas" menghasilkan enam token, yakni "Aku", "baru", "saja", "makan", "bakso", "pedas". Biasanya, yang menjadi acuan pemisah antar token adalah spasi dan tanda baca. Tokenisasi seringkali dipakai dalam ilmu linguistik dan hasil tokenisasi berguna untuk analisis teks lebih lanjut. TOKENISASI, STOPWORD, DAN STEMMING Stop words Adalah kata umum common words yang biasanya muncul dalam jumlah besar dan dianggap tidak memiliki makna. Stop words umumnya dimanfaatkan dalam task information retrieval. Contoh stop words untuk bahasa Inggris diantaranya “of”, “the”. Sedangkan untuk bahasa Indonesia diantaranya “yang”, “di”, “ke”. TOKENISASI, STOPWORD, DAN STEMMING Stemmming Merupakan salah satu proses dari pembuatan sistem temu kembali, dimana proses stemming akan dilakukan setelah proses filtering. Proses stemming ini membuat term yang ada pada tabel filtering menjadi kata dasar, dengan menghilankan semua imbuhan yang ada pada kata tersebut imbuhan meng-, me-, kan-, di- , i, peng-, a-, dll. . TOKENISASI, STOPWORD, DAN STEMMING Indeks Dokumen Indeks adalah daftar istilah atau kata list of terms. Dokumen yang dimasukkan/disimpan dalam database diwakili oleh indeks, Indeks itu disebut indeks dokumen. Fungsinya adalah representasi subyek dari sebuah dokumen. Indeks memiliki tiga jenis yaitu Indeks subyek adalah menentukan subyek dokumen pada istilah mana/apa yang menjadi representasi subyek dari sebuah dokumen. Indeks pengarang adalah mementukan nama pengarang mana yang menjadi representasi dari suatu karya. Indeks bebas adalah menjadikan seluruh kata/istilah yang terdapat pada sebuah dokumen menjadi sebuah representasi dari dokumen, terkecuali stopword. Stopword adalah kata yang tidak di indeks seperti yang, that, meskipun, di, ke, dan lain-lain atau seluruh kata sandang/partikel. Tahap-tahap dalam proses indexing ialah Word Token / Parsing Stopword Removal / filtering Stemming TF/IDF Term Frequency – Inversed Document Frequency . PEMBOBOTAN TF-IDF Tf-Idf adalah perhitungan yang menggambarkan seberapa pentingnya kata term dalam sebuah dokumen dan korpus. Proses ini digunakan untuk menilai bobot relevansi term dari sebuah dokumen terhadap seluruh dokumen dalam korpus. Termfrequency adalah ukuran seringnya kemunculan sebuah term dalam sebuah dokumen dan juga dalam seluruh dokumen di dalam korpus. Term frequency ini dihitung menggunakan persamaan 1 dengan adalah term frequency ke-i dan adalah frekuensi kemunculan term kei dalam dokumen ke-j. Sedangkan inverse document frequency adalah logaritma dari rasio jumlah seluruh dokumen dalam korpus dengan jumlah dokumen yang memiliki term yang dimaksud seperti yang dituliskan secara matematis pada persamaan 2. Nilai didapatkan dengan mengalikan keduanya yang diformulasikan pada persamaan 3. HITUNG PANJANG VEKTOR Hitung panjang vector ini digunakan untuk menampilkan daftar panjang vektor dari setiap dokumen Di sini pengguna dapat memasukkan query dan menerima daftar dokumen yang relevan dengan query tersebut. Link Tampilkan Cache dapat digunakan untuk melihat daftar cache nilai kemiripan dokumen dengan query berdasarkan query yang telah dikirimkan ke sistem. TAMPILKAN INDEX Digunakan untuk menampilkan daftar kata dari setiap document. si pengguna dapat melihat kata yang ada di setiap document , serta tahu berapa jumlah kata atau term yang ada pada setiap document , selain itu juga kita juga dapat melihat berapa nilai bobot dari setiap kata pada document tersebut. RETRIVAL Sistem yang digunakan untuk menemukan kembali dokumen-dokumen atau informasi yang relevan yang dibutuhkan oleh pengguna yang dilakukan pada situs web. Dimana sistem ini mencari apa yang di cari oleh user, searching yang dilakukan oleh user dengan memasukan query yang ingin dicari. TAMPILKAN CACHE Tampilkan cache ini berfungsi untuk menampilkan riwayat pencarian yang pernah kita gunakan pada fungsi retrival, kata apa yang pernah kita inputkan pada retrival sehingga semua data yang pernah di inputkan ini ter rekam dalam cache. TAMPILKAN CACHE Tampilkan cache ini berfungsi untuk menampilkan riwayat pencarian yang pernah kita gunakan pada fungsi retrival, kata apa yang pernah kita inputkan pada retrival sehingga semua data yang pernah di inputkan ini ter rekam dalam cache.
Web server is down Error code 521 2023-06-15 082006 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d7964531af41cc2 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
judul dan nama anggota kelompok informasi gambar informasi